Ahmad Alkazimy’s Blog

Blog Analis Internet Independen

Bagian 4 (SELESAI): Pengalaman Tak Terlupakan, Ziarah ke makam tertua di Indonesia

Usai beristirahat di Masjid, kamipun kembali melanjutkan perjalanan, kami cek google maps saat itu, sekitar 3 jam lagi tiba di Solo (sepertinya tanpa bisa dinego waktunya). Setelah masjid tersebut, kondisi jalan gelap total, kiri kanan sepertinya hutan kembali namun kondisi jalan cukup bagus, hingga ketemu jalur pantura.

Kali ini, yang saya rasakan, mobil Alhamdulillah sudah kembali normal. Semua keluhan yang saya rasakan tadi sebelum istirahat di masjid, hilang semuanya. Bahkan ketika di tol Semarang-Solo, hujan deras turun, namun Alhamdulillah, kondisi mobil tetap bagus sehingga sayapun terus melaju hingga 100km/jam ditol.

Setibanya saya di Solo, malam itu saya cek bodi luar mobil tidak terlihat ada kerusakan. Penasaran, akhirnya besok paginya, saya foto kondisi mobil dan betapa terkejutnya saya: MasyaAllah, Subhanallah, kondisi mobil seperti tidak terjadi apa2. Hanya dibawah saya ada temukan ranting besar yang terbawa hingga Solo. Begitu pulang ke Pondok gede, saya pun membawa mobil ke bengkel, lagi-lagi teknisi mengatakan tidak terjadi apa-apa pada mobil dan hanya ada sedikit baret pada mobil. bemper mobil yang terbuka bahkan sudah rapat kembali usai kejadian hingga kembali ke rumah.

Hikmah yang saya dapatkan dari peristiwa ini: Baca lebih lanjut

30 Desember 2019 Posted by | Umum | Tinggalkan komentar

Bagian 3: Pengalaman Tak Terlupakan, Ziarah ke makam tertua di Indonesia

Saat sampai dirumah makan, terlihat mereka membeli sebungkus rokok. Kemudian saya menawari mereka untuk makan dan minum sepuasnya disana. Namun mereka hanya memesan 4 porsi makanan berserta minuman es teh dingin. Saya ceritakan juga sekilas dengan ibu pemilik warung bahwa saya tersesat dikebun teh dan hutan usai berziarah ke makam Habib Mukhyi Alkutub. Dan ke empat orang inilah yang Allah kirim untuk menolong kami.

Karena saya harus bergegas jalan, waktu saat itu sudah menunjukkan jam 18:15 WIB, saya bilang kepada mereka bahwa saya harus melanjutkan perjalanan dan tidak bisa menemani mereka makan, karena sudah ditunggu di Solo malam itu juga. Usai ngobrol singkat, sayapun menanyakan kepada pemilik warung, berapa harga semua makanan beserta minuman? dijawab: 70 ribu saja. saya kembali menawarkan untuk memesan apa saja yang mereka inginkan diwarung tersebut, namun lagi lagi mereka tolak dan mereka katakan sudah cukup. Termasuk untuk bungkuspun mereka tidak mau. Baca lebih lanjut

29 Desember 2019 Posted by | Umum | Tinggalkan komentar

Bagian 2: Pengalaman Tak Terlupakan, Ziarah ke makam tertua di Indonesia

Selama perjalanan pulang saya terus membaca Ratib Alatas, Istighfar dan Salawat.

Sayapun mengatakan kepada anggota keluarga yang ada untuk tetap berada dimobil, sambil saya mencoba mencari bantuan, entah kemana saat itu, yang terfikir oleh saya mendatangi Pendopo yang ada ditengah kebun Teh, jaraknya sekitar 1 KM dari lokasi mobil slip. Sambil berjalan kaki, sayapun berteriak minta tolong. Sesampainya di Pendopo, ternyata tidak ada alat apapun disana, tidak ada kentongan dan satu satunya cara sambil berdoa, saya pun teriak minta tolong.

Sekitar 10 menit kemudian, saya melihat dari Pendopo lainnya yang posisinya berada diatas kami, terlihat beberapa motor turun menuju ke arah kami. Lama juga, sekitar 10 menit kemudian mereka baru sampai, karena kondisi jalan yang licin. Alhamdulillah, Allah Subhanahu Wataala mengirim orang untuk menolong kami. Baca lebih lanjut

29 Desember 2019 Posted by | Umum | Tinggalkan komentar

Bagian 1: Pengalaman Tak Terlupakan Ziarah ke Makam Tertua di Indonesia (habib Mukhyi Alkutub)

15 DES 2019

Pengalaman Tak Terlupakan Ziarah ke Makam Tertua di Indonesia (habib Mukhyi Alkutub)

Lokasi: <https://www.google.com/maps/place/Makam+Habib+Mukhyi+Al-Kutub/@-7.1189595,109.836901,17z/data=!3m1!4b1!4m5!3m4!1s0x2e70112649b70ec1:0xfc5e645e3054a3e9!8m2!3d-7.1189648!4d109.8390897&gt;

Pada pukul 16.00 WIB, Alhamdulillah kami sampai dilokasi sesuai dengan GPS yang ada di google Maps. Kami pun berziarah, namun saat itu sudah tidak ada Juru Kunci yang menunggu disana. Begitupun keadaan sekitar, tidak terlihat ada orang lain selain kami diwilayah tersebut. Saat itu kami ber-5.

Suasana sekitar Makam adalah Kebun teh dan hutan.Sekitar 2km dari sini baru ada pemukiman. Jalan akses sekitar 25km dari jalur pantura, masuk jalan perkampungan dengan kondisi bagus, namun semakin lama jalan semakin mengecil dan hanya pas 1 mobil. Sekitar 3,3KM jelang area makam, jalan hanya bebatuan. Kondisi sore itu sudah mendung.

Baca lebih lanjut

29 Desember 2019 Posted by | Umum | Tinggalkan komentar